BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dewasa ini siswa SD, termasuk di SD ……….., mengalami kesulitan dalam mempelajari mata pelajaran IPA dan IPS. Pada mata pelajaran IPA khususnya Kompetensi Dasar “Pesawat Sederhana”, sedangkan dalam mata pelajaran IPS Kompetensi Dasar “Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan”. Hal ini terbukti dari hasil belajar siswa, sebagian besar memperoleh nilai kurang memuaskan atau di bawah rata-rata Kriteri Ketuntasan Minimal (KKM). Begitupun dalam proses pembelajaran berlangsung, siswa jarang mengajukan pertanyaan atau memberi tanggapan terhadap penjelasan guru dan menjawab pertanyaan yang diajukan guru. Dengan kata lain siswa tersebut pasif, tidak mau bertanya dan tidak
Pada dasarnya mata pelajaran IPS sebagai salah satu mata pelajaran yang memiliki tujuan membekali siswa untuk mengembangkan penalarannya di samping aspek nilai dan moral, banyak memuat materi sosial yang bersifat hapalan sehingga pengetahuan dan informasi yang diterima siswa sebatas produk hapalan. Sifat materi pelajaran IPS tersebut membawa konsekuensi terhadap proses belajar mengajar yang didominasi oleh pendekatan ekspositoris, teritama guru menggunakan metode ceramah sedangkan siswa kurang terlibat atau cenderung pasif. Padahal dalam proses belajar mengajar, keterlibatan siswa harus secara totalitas, artinya melibatkan pikiran, penglihatan, pendengaran, dan psikomotor.
Ada beberapa faktor penyebab ketidakmampuan siswa dalam pembelajaran IPA dan IPS tersebut di atas. Antara lain penerapan strategi, metode, atau teknik serta media pembelajaran yang diterapkan guru. Keempat faktor tersebut sangat menentukan keberhasilan guru dan memotivasi dalam diri siswa dalam meingkatkan kompetensi siswa. Menurut Brophy & Merrick (1987) Selama proses pembelajaran, motivasi siswa untuk belajar harus dikembangkan terutama motivasi instrinsik yang timbul dari dalam diri siswa, karena motivasi instrinsik sebagai konsep tunggal.
Membangkitkan motivasi siswa dapat dilakukan guru dengan menerapkan strategi, metode, atau teknik pembelajaran yang tepat dan relevan dengan tujuan pembelajaran.
Berdasarkan hal tersebut, penulis meminta bantuan supervisor untuk mengidentifikasi kekurangan dari pembelajaran yang dilaksanakan. Dari hasil diskusi dapat disimpulkan bahwa masalah yang teridentifikasi adalah perlu diterapakan teknik demonstrasi dalam pembelajaran IPA dan penggunaan media gambar dalam pembelajaran IPS yang mampu membangkitkan motivasi siswa untuk belajar. Selain itu, perlu diciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menarik perhatian siswa sehingga siswa tidak jenuh dan bersemangat untuk melaksanakan proses pembelajaran IPA dan IPS tersebut di SD …………
Berdasarkan identifikasi masalah tersebut, maka masalah yang menjadi fokus perbaikan adalah sebagai berikut:
- Bagaimana meningkatkan kompetensi siswa pada materi pesawat sederhana di kelas V semester 2 SD ………..dengn teknik demostrasi?
- Bagaimana meningkatkan kompetensi siswa pada materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan di kelas V semester 2 SD ……….. melalui media gambar?
- B. Rumusan Masalah
Berdasarkan pada pembatasan masalah tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian tindakan kelas ini adalah
- Apakah Penerapan Teknik Demostrasi dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Pesawat Sederhana pada pelajaran IPA di kelas V Semester 2 SD ………..?
- Apakah penggunaan Media Gambar dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan pada pelajaran IPS di kelas V Semester 2 SD ………..?
- C. Tujuan Penelitian Perbaikan Pembelajaran
Sebagaimana dijelaskan dalam latar belakang masalah di atas, penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk:
- Mengatasi kesulitan dan sekaligus mengembangkan prestasi siswa dalam mengikuti pembelajaran IPA, khususnya pada materi Pesawat Sederhana di kelas V Semester 2 SD ………..?
- Mengatasi kesulitan dan sekaligus mengembangkan prestasi siswa dalam mengikuti pembelajaran IPS, khususnya pada materi Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan di kelas V Semester 2 SD ………..?
.
- 3. Manfaat Perbaikan
Hasil dari pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini, diharapkan memberikan manfaat bagi pihak-pihak terkait, sebagai berikut:
- Bagi Siswa
- Dapat meningkatkan kemampuan siswa pada pelajaran IPA khususnya dalam materi Pesawat Sederhana dan pelajaran IPS, khususnya dalam materi Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan.
- Sebagai kegiatan untuk mendorong perkembangan sikap prilaku dan kemampuan dasar peserta didik.
- Bagi Guru
- Sebagai pedoman untuk menerapakan teknik dan media pembelajaran yang menarik
- Sebagai usaha mengubah peserta didik menjadi subjek.
- Agar lebih memahami karakter peserta didik dan lingkungan sekolah sehingga dapat mengoptimalkan penggunaan teknik dan media yang lebih menarik dan komunikatif, sehingga dapat membantu kemudahan siswa dalam mengikuti pembelajaran.
- Bagi Sekolah
- Penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai model pembelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil belajar bagi peserta didik, sehingga mutu pendidikan semakin meningkat.
Penelitian ini diharapkan menjadi kajian bagi guru atau sekolah lain sebagai inovasiasi pembelajaran IPA dan IPS di SD.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
- A. Pengertian KTSP
Kompetensi pada hakikatnya mengandung arti pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan atau ditunjukkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Kebiasaan berpikir dan bertindak secara konsisten dan terus menerus memungkinkan seseorang menjadi kompeten, dalam arti memiliki pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar untuk melakukan sesuatu.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan merupakan perangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa, penilaian, kegiatan belajar mengajar, dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dikembangkan untuk memberikan keterampilan dan keahlian bertahan hidup dalam perubahan, pertentangan, ketidakpastian, dan kerumitan-kerumitan dalam kehidupan.
- B. Implementasi KTSP dalam Pembelajaran di Kelas
Di dalam praktek di kelas, KBK menempatkan siswa dalam konteks bermakna yang berhubungan dengan pengetahuan awal siswa dengan materi yang sedang dipelajari dengan memperhatikan faktor kebutuhan individual siswa dan peran guru. Maka, pendekatan pengajaran akan tampak dalam bentuk :
(1) Belajar berbasis masalah (Problem Based Learning) siswa aktif membangun pengetahuan mereka melalui memecahkan masalah.
(2) Pengajaran otentik (Authentic Instruction) ; belajar beragam, konteks bermakna, memberikan pengalaman kepada siswa untuk menggunakan apa yang telah dipelajari didalam konteks kehidupan nyata.
(3) Belajar berbasis inquiri (Inqui Based Learning)
(4) Belajar berbasis proyek/tugas terstruktur (Project Based Learning) menekankan siswa untuk belajar mandiri.
(5) Belajar berbasis kerja (Worked Based Learning)
(6) Belajar jasa layanan (Service Learning)
(7) Belajar kooperative (Coverative Learning)
- C. Motivasi
Konsep motivasi dijelaskan oleh Hull (1943) sebagai dorongan untuk memenuhi atau memuaskan kebutuhan agar tetap hidup. Dorongan inilah yang menggerakan dan mengarahkan perhatian, perasaan, dan perilaku atau kegiatan seseorang. Jenis motuvasi ada dua, yaitu yang bersifat intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi intrisik ditandai dengan dorongan yang berasal dari dalam diri siswa untuk berperilaku tertentu. Motivasi ekstrinsik sangat dipengaruhi oleh faktor dari luar siswa. Motivasi instrinsik lebih bersifat konstan atau permanen bila dibandingkan dengan motivasi ekstrinsik. Motivasi bisa bersifat afektif atau kognitif. Yang bersifat afektif lebih berkaitan dengan prasaan, sedangkan yang bersifat kognitif berkenaan dengan pemahaman atau pengetahuan. Ames dan Ancher (1987) menjelaskan bahwa mengubah motivasi berarti mengubah cara berpikir siswa, membuatnya memahami pentingnya tujuan pembelajaran, melihat proses dan hasil pembelajaran dengan cara yang berbeda.
Motivasi belajar merupakan unsur yang penting dalam proses pembelajaran. Guru terkadang merasa sulit untuk dapat memotivasi siswa, disebabkan berbagai hambatan seperti keterbatasan waktu, kebutuhan emosional setiap siswa yang perlu di perhatikan guru, tuntutan kualitas hasil kerja dari pimpinan dan orang tua.
Beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi, diantaranya yang dikemukakan oleh Maslow yang berpendapat bahwa kebutuhan manusia terdiri dari 5 tingkat yaitu kebutuhan fisik, kebutuhan rasa aman, kebutuhan menjadi bagian suatu kelompok, kebutuhan dihargai, kebutuhan aktualisasi diri.
- D. Media Pembelajaran
Menurut Miarsio (1980) bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan anak didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri siswa.
Alat peraga pengajaran (teaching aids atau audiovisual aids, sering disingkat dengan AVA) adalah alat-alat yang digunakan guru ketika mengajar untuk membantu memperjelas materi pembelajaran yang disampaikan kepada siswa dan mencegah terjadinya verbalisme pada diri siswa, sehingga peran guru sebagai mediator dan fasilitator dapat dilaksanakan.
Media pengajaran memiliki sifat-sifat : meletakan dasar-dasar konkret untuk berpikir, memperbesar perhatian siswa, membuat pelajaran tidak mudah di lupakan siswa, memberikan pengalaman nyata, menumbuhkan pemikiran yang teratur dan berkelanjutan, membantu tumbuhnya pengertian dan perkembangan berbahasa, dapat menarik minat siswa.
Media pembelajaran digolongkan ke dalam 3 bagian yaitu : (1) media yang dapat didengar (audio aids), (2) media yang dapat dilihat (auditive aids), dan (3) media yang dapat diraba (motorik aids). Dalam kenyataannya, ketiga media tersebut dapat digabung menjadi satu atau multi media yang dikenal dengan media audiovisual.
E. Model Pembelajaran
Dalam pembelajaran Sains dikenal beberapa model pembelajaran. Disarankan oleh Bell (1993 : 16) agar pengetahuan siswa yang diperoleh dari luar sekolah dipertimbangkan sebagai pengetahuan awal dalam sasaran pembelajaran, karena sangat mungkin terjadi miskonsepsi. Sebaliknya apabila guru tidak mempedulikan konsepsi atau pengetahuan awal siswa, besar kemungkinan miskonsepsi yang terjadi akan semakin kompleks.
Model pembelajaran dalam Sains antara lain :
a. Model pembelajaran interaktif
Dikenal dengan nama pendekatan pertanyaan anak. Model ini dirancang agar siswa akan bertanya dan kemudian menemukan jawaban pertanyaan mereka sendiri (Faire & Cosgrive dalam Harlen, 1992).
b. Model pembalajaran terpadu
Model pembelajaran ini melibatkan konsep-konsep dalam satu bidang studi atau lintas bidang studi. Sifat model pembelajaran ini termasuk model Connected (Fogarty, 1991 : 55). Tema sentral diambil dari kehidupan sehari – hari.
c. Model pembelajaran siklus belajar ( Learning Cycle)
Pelaksanaan model ini ada 3 fase, yaitu eksplorasi, pengenalan konsep, dan penerapan konsep.
d. Model pembelajaran belajar IPA atau CLIS (children Learning in Science)
Model ini dikembangkan oleh Driver (1988) dan Tytler (1996). Ada 5 tahap utama pada model ini yaitu : orientasi, pemunculan gagasan, penyusunan ulang gagasan, penerapan gagasan, dan pemantapan gagasan.
Dalam pembelajaran IPS ada dua pendekatan yaitu ekspositoris dan partisipatoris lebih memberikan peluang bagi guru untuk mengembangkan model pembelajaran yang interaktif. Pendekatan partrisipatoris dapat mengaktifkan siswa terutama dalam mengembangkan keterampilannya. Menurut Balen (1993), Pengembangan keterampilan yang harus dimiliki siswa adalah keterampilan berpikir, keterampilan sosial, dan keterampilan praktis. Ketiga keterampilan tersebut dapat dilakukan dengan model sharing (sharing model) atau dialog kreatif.
F. Penelitian Tindakan Kelas
1. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas
Penelitian tindakan kelas berasal dari istilah bahasa Inggris Classroom Action Research, yang berarti penelitian yang dilakukan pada sebuah kelas untuk mengetahui akibat tindakan yang diterapkan pada suatu subyek penelitian di kelas tersebut. Pertama kali penelitian tindakan kelas diperkenalkan oleh Kurt Lewin pada tahun 1946, yang selanjutnya dikembangkan oleh Stephen Kemmis, Robin Mc Taggart, John Elliot, Dave Ebbutt dan lainnya.
Pada awalnya penelitian tindakan menjadi salah satu model penelitian yang dilakukan pada bidang pekerjaan tertentu dimana peneliti melakukan pekerjaannya, baik di bidang pendidikan, kesehatan maupun pengelolaan sumber daya manusia. Salah satu contoh pekerjaan utama dalam bidang pendidikan adalah mengajar di kelas, menangani bimbingan dan konseling,dan mengelola sekolah. Dengan demikian yang menjadi subyek penelitian
adalah situasi di kelas, individu siswa atau di sekolah. Para guru atau kepala sekolah dapat melakukan kegiatan penelitiannya tanpa harus pergi ke tempat lain seperti para peneliti konvensional pada umumnya.
2. Prosedur Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Penelitian tindakan kelas dimulai dengan adanya masalah yang dirasakan sendiri oleh guru ketika proses belajar mengajar berlangsung. Masalah tersebut dapat berupa masalah yang berhubungan dengan proses dan hasil belajar siswa yang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran atau hal-hal lain yang berkaitan dengan perilaku mengajar guru dan perilaku belajar siswa. Langkah menemukan masalah dilanjutkan dengan menganalisis dan merumuskan masalah, kemudian merencanakan PTK dalam bentuk tindakan perbaikan, mengamati, dan melakukan refleksi.
Keempat langkah utama dalam PTK yaitu merencanakan, melakukan tindakan perbaikan, mengamati, dan refleksi merupakan satu siklus dan dalam PTK siklus selalu berulang. Setelah satu siklus selesai, barangkali guru akan menemukan masalah baru atau masalah lama yang belum tuntas dipecahkan, dilanjutkan ke siklus kedua dengan langkah yang sama seperti pada siklus pertama. Dengan demikian, berdasarkan hasil tindakan atau pengalaman pada siklus pertama guru akan kembali mengikuti langkah perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi pada siklus kedua.
BAB III
PELAKSANAAN PERBAIKAN
A. Subjek Penelitian
Perbaikan pembelajaran dilaksanakan di kelas V semester 2 SD Negeri Karangsambung II. Perbaikan Mata Pelajaran IPA (Eksakta) dimulai tanggal 9-03-2010 sampai dengan tanggal 12-03-2010, sedangkan perbaikan Mata Pelajaran IPS (Non Eksakta) dimulai tanggal 17-03-2010sampai dengan tanggal 18-03-2010 dengan rincian jadwal sebagai berikut:
Tabel 3. 1
Jadwal Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran
| No | Mata Pelajaran | Siklus | Hari/Tanggal | Materi |
| 1 | IPA | I
II |
Selasa, 9-03-2010
Jumat, 12-03-2010 |
Pesawat sederhana Pesawat sederhana |
| 2 | IPS | I
II |
Rabu, 17-03-2010
Kamis, 18-03-2010 |
Mempertahankan kemerdekaan Mempertahankan kemerdekaan |
B. Deskripsi Per Siklus
1. Mata Pelajaran IPA
Rencana dan langkah perbaikan yang ditempuh terdiri atas 2 siklus dengan pendekatan pembelajaran terpadu. Penjelasan kedua siklus adalah sebagai berikut:
Siklus I
- Berdoa dan absensi siswa
- Melakukan apersepsi melalui tanya jawab tentang penjumlahan pecahan yang penyebutnya tidak sama,
- Menyampaikan tujuan pembelajaran
- Guru memotivasi siswa, mengajukan pertanyaan yang berhubungan dengan materi pembelajaran
- Siswa menjelaskan macam, contoh dan manfaat pesawat sederhana
- Siswa mendemonstrasikan cara kerja pesawat sederhana
- Siswa menyelesaikan lembar kerja siswa tentang pesawat sederhana.
- Siswa dan guru menyimpulkan materi
- Siswa mengumpulkan lembar kerja siswa ..
- Melakukan refleksi dari langkah-langkah yang telah dilakukan dan merencanakan langkah-langkah pembelajaran pada siklus berikutnya.
Siklus II
- Untuk membangkitkan motifasi siswa belajar, guru menunjukkan beberapa alat rumah tangga dan bertanya jawab tentang manfaat alat tersebut.
- Guru menjelaskan tujuan yang akan dicapai setelah pembelajaran selesai.
- Siswa menyimak penjelasan guru tentang pesawat sederhana mengenai pengungkit atau tuas. (materi).
- Siswa dan guru bertanyajawab tentang pesawat sederhana mengenai pengungkit tuas.
- Siswa secara berkelompok di beri tugas untuk menyelesaikan LKS
- Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas.
- Siswa dan guru bertanya jawab tentang hasil diskusi.
- Siswa mengumpulkan hasil diskusi.
- Melakukan refleksi dari langkah-langkah yang telah ditempuh dan mengakhiri perbaikan.
j. Siswa dan guru menyimpulkan materi pembelajaran tentang sederhana mengenai pengungkit.
- Guru melaksanakan Post test mengetahui pemahaman siswa terhadap materi yang telah diajarkan.
2. Mata Pelajaran IPS
Rencana dan langkah perbaikan yang ditempuh terdiri atas 2 siklus dengan penekanan pada penggunaan media gambar. Penjelasan kedua siklus adalah sebagai berikut :
Siklus I
- Mengawali kegiatan dengan apersepsi melalui tanya jawab perjuangan mempertahankan kemerdekaan
- Menyampaikan tujuan pembelajaran
- Siswa mengamati gambar tokoh-tokoh pejuang ketika mempertahankan kemerdekaan
- Siswa bertanya jawab sekitar gambar tokoh-tokoh pejuang ketika mempertahankan kemerdekaan
- Siswa mengerjakan LKS dalam kerja kelompok
- Membimbing siswa melakukan diskusi kelas.
- Siswa menyimak penjelasan guru tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan
- Bersama dengan guru, siswa menyimpulkan materi
- Melakukan refleksi dari langkah pembelajaran yang telah dilakukan dan merencanakan langkah pembelajaran untuk siklus berikutnya.
Siklus II
- Melakukan apersepsi melalui tanya jawab tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan
- Menyampaikan tujuan pembelajaran
- Siswa mengamati gambar tokoh-tokoh pejuang ketika mempertahankan kemerdekaan
- Siswa mendengarkan riwayat hidup dan perjuangannya tokoh-tokoh pejuang ketika mempertahankan kemerdekaan
- Mengadakan tanya jawab tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan Melakukan diskusi kelompokdan diskusi kelas dengan mengisi LKS
- Membimbing siswa dalam melaksanakan diskusi
- Melaporkan hasil diskusi mengenai perjuangan mempertahankan kemerdekaan
- Menyimpulkan materi untuk lebih memperjelas materi yang dipelajari
i. Melakukan refleksi dan mengakhiri perbaikan.
Pelaksanaan dari langkah-langkahperbaikan mulai siklus I sampai II pada mata pelajaran IPA dan IPS sesuai yang tercantum dalam jadwal perbaikan tidak lepas dari pengamatan teman sejawat sebagai observer yang mengamati proses perbaikan pembelajaran.
Kehadiran teman sejawat sangat membantu guru yang melaksanakan perbaikan pembelajaran. Tapi bagi siswa karena tidak terbiasa jadi suasananya sedikit tegang dan kaku. Pertemuan berikutnya sudah tidak jadi masalah, karena sudah terbiasa, bahkan siswa mulai menunjukan keaktifannya ketika guru melaksanakan pembelajaran dengan disertai media gambar yang lebih menarik menjadi perhatian siswa.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
- A. Hasil Penelitian
Pada Bab ini akan dibahas mengenai jawaban atas perumusan masalah yang diajukan pada Bab I sebelumnya. Namun sebelum disajikan dan dibahas mengenai hasil penelitian akan dipaparkan dahulu disajikan kondisi awal sebelum dilaksanakan perbaikan pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial tersebut.
- 1. Ilmu Pengetahuan Alam
Kondisi awal siswa kelas V Semester 2 SD ………..Tahun Pelajaran 2009-2010 pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal masih banyak yang belum tuntas yaitu rata-rata sekitar 60% dari seluruh jumlah siswa yang berjumlah 23 orang.
Berdasarkan kondisi seperti tersebut, peneliti mengadakan observasi awal ketika pembelajaran materi pesawat sederhana sedang berlangsung. Tujuan dari observasi tersebut untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya masih banyaknya siswa yang belum tuntas pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Dengan demikian, ditemukan beberapa faktor penyebabnya yaitu antara lain; (1) masih banyak siswa yang belum memahami materi materi pesawat sederhana; (2) motivasi belajar siswa masih kurang ketika KBM berlangsung; dan (3) tidak menarik dan kurang tepatnya teknik dan media yang digunakan dengan materi pembelajaran.
- 2. Ilmu Pengetahuan Sosial
Kondisi awal pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal masih ada yang belum tuntas yaitu rata-rata sekitar 30% dari seluruh jumlah siswa yang berjumlah 23 orang.
Di bandingkan dengan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam sedikit lebih baik. Akan tetapi, menjadi kendala juga bagi sebagian siswa yang tidak tuntas untuk pengisian nilai akhir dalam laporan semesteran. Ada beberapa yang menjadi kendala, yaitu para siswa mengganggap mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial sarat dengan materi dan bersifat hapalan, sehingga menjadi susah topik-topik yang disampaikan guru karena didominasi teknik ceramah.
- B. Hasil Pengolahan Data
- 1. Ilmu Pengetahuan Alam
Berdasarkan kondisi awal pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam sebagaimana dipaparkan di muka, maka peneliti mengadakan perbaikan. Setelah dilaksanakan perbaikan pembelajaran data yang diperoleh adalah sebagai berikut.
TABEL 4.1
DAFTAR NILAI HASIL EVALUASI
MATA PELAJARAN IPA SIKLUS I
| NOMOR | NAMA SISWA | NILAI | KETERANGAN |
| 1 | 2 | 3 | 4 |
| 1 | Aef Saefudin | 50 | |
| 2 | Kiki Harianto | 50 | |
| 3 | Novis Larasati | 70 | |
| 4 | Resi Lita Rosdiana | 70 | |
| 5 | Yani Juriah | 40 | |
| 6 | Ayi Davia | 80 | |
| 7 | Diki Pratama | 70 | |
| 8 | Dea Indriyani | 80 | |
| 9 | Fahrani Dewiyanti | 60 | |
| 10 | Fahrul Komara | 70 | |
| 11 | Herul Syafrulloh | 80 | |
| 12 | Lukman Wijaya | 70 | |
| 13 | Lilis Liskal | 90 | |
| 14 | Meggi Hardian | 80 | |
| 15 | Nurul Badriyah | 70 | |
| 16 | Oktavia Hariantini | 90 | |
| 17 | Syifa | 70 | |
| 18 | Sigit Nurdiansyah | 80 | |
| 1 | 2 | 3 | 4 |
| 19 | Neni Ratnasari | 80 | |
| 20 | Wariah | 80 | |
| 21 | Deasy Rahman Islamiyah | 70 | |
| 22 | Sela Syarifatul Badriah | 70 | |
| 23 | Ahmad Riki Saefullah | 80 | |
| JUMLAH | 1.650 | ||
| RATA-RATA | 72 | ||
Pada perbaikan awal, ternyata siswa masih banyak yang mengalami kesulitan ketika menerima materi pesawat sederhana. Peneliti merefleksi diri dan berskonsultasi dengan teman sejawat dan kepala sekolah. Ternyata masih ada hal-hal yang terlewatkan ketika proses pembelajaran berlangsung, maka peneliti memperbaiki dan mengadakan pembelajaran pada siklus kedua. Adapun hasil dari siklus kedua akan dituangkan pada tabel di bawah ini.
TABEL 4.2
DAFTAR NILAI HASIL EVALUASI
MATA PELAJARAN IPA SIKLUS II
| NOMOR | NAMA SISWA | NILAI | KETERANGAN |
| 1 | 2 | 3 | 4 |
| 1 | Aef Saefudin | 70 | |
| 2 | Kiki Harianto | 70 | |
| 3 | Novis Larasati | 80 | |
| 4 | Resi Lita Rosdiana | 70 | |
| 5 | Yani Juriah | 80 | |
| 6 | Ayi Davia | 80 | |
| 7 | Diki Pratama | 80 | |
| 8 | Dea Indriyani | 80 | |
| 9 | Fahrani Dewiyanti | 70 | |
| 10 | Fahrul Komara | 80 | |
| 11 | Herul Syafrulloh | 90 | |
| 12 | Lukman Wijaya | 90 | |
| 13 | Lilis Liskal | 100 | |
| 14 | Meggi Hardian | 90 | |
| 15 | Nurul Badriyah | 80 | |
| 16 | Oktavia Hariantini | 100 | |
| 17 | Syifa | 70 | |
| 18 | Sigit Nurdiansyah | 90 | |
| 1 | 2 | 3 | 4 |
| 19 | Neni Ratnasari | 90 | |
| 20 | Wariah | 90 | |
| 21 | Deasy Rahman Islamiyah | 80 | |
| 22 | Sela Syarifatul Badriah | 80 | |
| 23 | Ahmad Riki Saefullah | 80 | |
| JUMLAH | 1890 | ||
| RATA-RATA | 82 | ||
Setelah ada perbaikan pada kesalahan dan kekurangan-kekurangan proses pembelajaran siklus pertama, maka hasil dari siklus kedua ini ada peningkatan yang secara umum dapat dikatakan berhasil. Berikut akan direkap sejauhmana keberhasilan pembelajaran pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam materi pesawat sederhana pada siklus I dan siklus II yang akan dituangkan pada tabel berikut ini.
TABEL 4.3
HASIL PERBAIKAN PEMBELAJARAN
SIKLUS I DAN SIKLUS II
| No | Nama Siswa | Nilai hasil evaluasi | Rata-rata | Prosentase (%) | |
| Siklus I | Siklus II | ||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 |
| 1 | Aef Saefudin | 50 | 70 | 60 | 60 |
| 2 | Kiki Harianto | 50 | 70 | 60 | 60 |
| 3 | Novis Larasati | 70 | 80 | 75 | 75 |
| 4 | Resi Lita Rosdiana | 70 | 70 | 70 | 70 |
| 5 | Yani Juriah | 40 | 80 | 60 | 60 |
| 6 | Ayi Davia | 80 | 80 | 80 | 80 |
| 7 | Diki Pratama | 70 | 80 | 75 | 75 |
| 8 | Dea Indriyani | 80 | 80 | 80 | 80 |
| 9 | Fahrani Dewiyanti | 60 | 70 | 65 | 65 |
| 10 | Fahrul Komara | 70 | 80 | 75 | 75 |
| 11 | Herul Syafrulloh | 80 | 90 | 85 | 85 |
| 12 | Lukman Wijaya | 70 | 90 | 80 | 80 |
| 13 | Lilis Liskal | 90 | 100 | 95 | 95 |
| 14 | Meggi Hardian | 80 | 90 | 85 | 85 |
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 |
| 15 | Nurul Badriyah | 70 | 80 | 75 | 75 |
| 16 | Oktavia Hariantini | 90 | 100 | 95 | 95 |
| 17 | Syifa | 70 | 70 | 70 | 70 |
| 18 | Sigit Nurdiansyah | 80 | 90 | 85 | 85 |
| 19 | Neni Ratnasari | 80 | 90 | 85 | 85 |
| 20 | Wariah | 80 | 90 | 85 | 85 |
| 21 | Deasy Rahman Islamiyah | 70 | 80 | 75 | 75 |
| 22 | Sela Syarifatul Badriah | 70 | 80 | 75 | 75 |
| 23 | Ahmad Riki Saefullah | 80 | 80 | 80 | 80 |
| J u m l a h | 1650 | 1890 | |||
| Rata-rata | 72 | 82 | |||
Berdasarkan rekapitulasi hasil proses pembelajaran mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam materi pesawat sederhana pada siklus I diperoleh nilai 72 dan siklus II diperoleh nilai 82 ternyata ada peningkatan dengan selisih antara nilai siklus I dan siklus II sebesar 10. Peningkatan tersebut dapat dinyatakan sebagai peningkatan secara signifikan yang dapat terekam pada diagram berikut ini.
DIAGRAM 4.1
DIAGRAM RATA-RATA PERBAIKAN PEMBELAJARAN
SIKLUS I DAN SIKLUS II MATA PELAJARAN IPA KLS V
Untuk lebih jelasnya peningkatan dari setiap siklus, maka dapat dikelompokkan berdasarkan kriteria skor yang diperoleh siswa pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana. Adapaun daftar rekapitulasi pengelompokkan nilai tersebut dituangkan pada tabel di bawah ini.
TABEL 4.3
HASIL PENGELOMPOKAN NILAI
MATA PELAJARAN IPA KELAS V
| NO | SKOR | JUMLAH SISWA YANG MENDAPAT NILAI | PROSENTASE (%) | ||
| SIKLUS I | SIKLUS II | SIKLUS I | SIKLUS II | ||
| 1 | 100 | - | 2 | 0% | 9% |
| 2 | 90 | 2 | 6 | 9% | 26% |
| 3 | 80 | 8 | 10 | 35% | 43% |
| 4 | 70 | 9 | 5 | 39% | 22% |
| 5 | 60 | 1 | - | 4% | 0% |
| 6 | 50 | 2 | - | 9% | 0% |
| 7 | 40 | 1 | - | 4% | 0% |
Berdasarkan Tabel 4.3 di atas, maka siswa V Semester 2 SD Negeri Karangsambung II Kab. Majalengka Tahun Pelajaran 2009-2010 yang memperoleh nilai 100 meningkat 2 orang, nilai 90 meningkat 4 orang, nilai 80 meningkat sebanyak 2 orang. Sedangkan yang memperoleh nilai 70 pada siklus I sebanyak 9 orang menjadi 5 orang, nilai 60 pada siklus I sebanyak 1 orang menjadi tidak ada, nilai 50 pada siklus I sebanyak 2 orang menjadi tidak ada, dan nilai 40 pada siklus I sebanyak 1 orang menjadi tidak ada. Hal ini berarti adanya peningkatan yang baik dibandingkan pada siklus sebelumnya.
- 1. Ilmu Pengetahuan Sosial
Setelah dilaksanakan perbaikan pembelajaran data yang diperoleh adalah sebagai berikut :
TABEL 4.4
DAFTAR NILAI HASIL EVALUASI SIKLUS I
Berdasarkan Tabel 4.4 di atas, maka dapat terlihat jelas bahwa perolehan nilai pada siklus I rata-rata sebesar 70. Hal sudah dapat dikatakan cukup baik, tetapi keadaan seperti di atas menandakan kecenderungan sebagian siswa ada yang masih mengalami kesulitan dalam mempelajari materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Oleh karena itu, harus ada perenungan dan diskusi untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Setelah diketahui faktor penyebabnya dan penulis memperbaiki langkah-langkah yang akan ditempuh, maka dilaksanakan pembelajaran siklus kedua. Adapun hasil dari kegiatan siklus kedua tersebut yaitu sebagai berikut.
TABEL 4.5
DAFTAR NILAI HASIL EVALUASI SIKLUS II
Berdasarkan hasil perbaikan, maka ada peningkatan dibanding dengan hasil nilai rata-rata sebelumnya siklus I sebesar 70 peningkatannya pada siklus II memperoleh hasil nilai rata-rata sebesar 81. Untuk lebih jelas perbandingan setiap siswa dapat tergambar pada tabel di bawah ini.
TABEL 4.6
HASIL PERBAIKAN PEMBELAJARAN IPS
PADA SIKLUS I DAN II
Berdasarkan hasil rekapitulasi nilai yang diperoleh pada siklus I dengan siklus II, maka tampak adanya peningkatan dari siklus I sebesar 70 dan siklus II sebesar 81 maka peningkatannya rata-rata sebesar 11. Apabila dituangkan dalam diagram batang di bawah ini, maka akan tampak jelas perebuhannya secara signifikan. Adapun diagram yang dimaksud adalah sebagai berikut.
DIAGRAM 4.1
DIAGRAM RATA-RATA PERBAIKAN PEMBELAJARAN
SIKLUS I DAN II PEMBELAJARAN IPS KELAS V
Untuk melihat prestasi siswa yang memperoleh nilai pada siklus I dan siklus II dapat dilihat dari tabel pengelompokkan nilai di bawah ini.
TABEL 4.7
HASIL PENGELOMPOKAN
MATA PELAJARAN IPS KELAS V
Berdasarkan Tabel 4.7 di atas, maka siswa V Semester 2 SD …. Tahun Pelajaran 2009-2010 yang memperoleh nilai 100 meningkat 4 orang, nilai 90 meningkat 1 orang, nilai 80 meningkat 1 orang. Sedangkan yang memperoleh nilai 70 pada siklus I sebanyak 7 orang tetap 7 orang, nilai 60 pada siklus I sebanyak 3 orang menjadi 1 orang, dan nilai 50 pada siklus I sebanyak 4 orang tidak ditemukan pada siklus II. Hal ini berarti adanya peningkatan yang sangat baik dibandingkan pada siklus sebelumnya.
- B. Deskripsi Temuan dan Refleksi
- 1. Ilmu Pengetahuan Alam
Berdasarkan data nilai dari hasil observasi diketahui bahwa pada siklus I adanya peningkatan kemampuan siswa dalam pembelajaran pesawat sederhana, dapat dilihat dari rata-rata kelas yang menunjukan siklus I sebesar 72 dan siklus II sebesar 82 maka selisih (gain) sebesar 10. Dari hasil refleksi diperoleh keberhasilan dan kegagalan.
1.1 Siklus I
- a. Keberhasilan
Penggunaan teknik demostrasi untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami konsep pesawat sederhana siswa V Semester 2 SD …. dapat dikatakan cukup berhasil.
- b. Kegagalan
Pelaksanaan pembelajaran dengan teknik demostrasi untuk memahami konsep pesawat sederhana ditemukan beberapa masalah antara lain adalah penggunaan alat peraga kurang relevan dengan materi. Hal berdampak kepada aktivitas siswa menjadi kurang aktif ketika didemostrasikan beberapa alat pesawat sederhana.
1.2 Siklus II
- a. Keberhasilan
Dari hasil observasi diketahui bahwa pada siklus II adanya peningkatan kemampuan siswa dalam pembelajaran pesawat sederhana dibandingkan dengan hasil siklus I. Hasil ini dapat dilihat dari rata-rata kelas yang pada siklus I diperoleh nilai 72 dan siklus II diperoleh nilai 82 ternyata ada peningkatan dengan selisih antara nilai siklus I dan siklus II sebesar 10.
- b. Kegagalan
Sebagaimana suatu proses masih terus harus dibenahi untuk menuju keberhasilan yang maksimal. Begitupun dalam pembelajaran IPA matei pesawat sederhana di kelas V Semester 2 SD N….masih ada anak yang kurang aktif dalam menjawab soal-soal yang diajukan guru pada siklus II ini.
- 2. Ilmu Pengetahuan Sosial
Berdasarkan data nilai dari hasil observasi awal pada pembelajaran IPS materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan melalui media gambar diketahui bahwa pada siklus I sebesar 70 dan siklus II sebesar 81. Dari hasil refleksi diperoleh keberhasilan dan kegagalan.
2.1 Siklus I
- a. Keberhasilan
Proses pembelajaran IPS materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan melalui media gambar dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam memahami materi dan merubah sikap siswa untuk menghargai jasa para pahlawan kemerdekaan.
- b. Kegagalan
Dalam praktiknya, pembelajaran IPS materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan melalui media gambar ada permasalahan yang mempengaruhi hasil nilai siswa yaitu berdasarkan masukkan dari observer, guru tidak memotivasi siswa selama berlangsung pelajaran.
2.2 Siklus II
- a. Keberhasilan
Dari hasil observasi diketahui bahwa pada siklus II adanya peningkatan kemampuan siswa dalam pembelajaran materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan melalui media gambar dibandingkan dengan hasil siklus I. Hasil ini dapat dilihat dari rata-rata kelas yang pada siklus I sebesar 70 dan siklus II sebesar 81 atau memiliki selisih kenaikan (gain) antara siklus I dan II sebesar 11.
- b. Kegagalan
Dalam praktik siklus II pembelajaran IPS materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan melalui media gambar masih ada permasalahan yaitu berdasarkan masukkan dari observer, guru terlalu cepat dalam menyampaikan materi dan ketika KBM berlangsung.
- C. Pembahasan Hasil Penelitian
- 1. Ilmu Pengetahuan Alam
Dari temuan diketahui bahwa nilai rata-rata kelas sudah ada peningkatan di banding rata-rata kelas sebelum dilaksanakan perbaikan, yaitu dari nilai rata-rata siklus I 72 dan siklus II sebesar 82 maka selisih (gain) sebesar 10. Namun, ada yang belum optimal dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran pada siklus ke-I adalah guru kurang memotivasi siswa selama berlangsung pelajaran, sehingga kemampuan siswa dalam pembelajaran ini masih rendah.
Dengan adanya temuan dari observer tersebut, guru memperbaiki kegiatan pembelajaran dengan motivasi siswa dalam proses pembelajaran melalui demonstrasi alat-alat pesawat sederhana. Di samping itu, melibatkan siswa secara langsung dalam melakukan percobaan dan memberikan bimbingan untuk menemukan konsep. Pada akhirnya, siswa V Semester 2 SD …. Tahun Pelajaran 2009-2010 memperoleh nilai yang baik pada materi pesawat sederhana yaitu nialai rata-rata sebesar 82.
- 2. Ilmu Pengetahuan Sosial
Pada pembelajaran IPS materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan melalui media gambar diketahui bahwa nilai rata-rata kelas sudah ada peningkatan di banding rata-rata kelas sebelum dilaksanakan perbaikan, yaitu pada siklus I 70 dan siklus II sebesar 81 atau memiliki selisih kenaikan (gain) antara siklus I dan II sebesar 11.
Dalam proses pelaksanaan perbaikan pembelajaran pada siklus ke-I ditemukan bahwa guru kurangnya memotivasi siswa selama berlangsung pelajaran, sehingga kemampuan siswa dalam pembelajaran ini masih rendah.
Dengan adanya temuan di atas guru memperbaiki kegiatan pembelajaran dengan cara membangkitkan aktivitas siswa dan menghargai pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan oleh siswa. Pada akhirnya, siswa V Semester 2 SD …. Tahun Pelajaran 2009-2010 memperoleh nilai yang baik pada materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan melalui media gambar memiliki selisih kenaikan (gain) antara siklus I dan II sebesar 11.
.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Kesimpulan hasil perbaikan pembelajaran IPA dan IPS sebagai berikut.
- Kegiatan apersepsi yang dilakukan pada awal pembelajaran yang dikaitkan dengan pengalaman siswa sehari-hari, ternyata dapat lebih memudahkan mengarahkan siswa pada kondisi pembelajaran yang akan dilaksanakan.
- Materi pelajaran dapat dipahami oleh siswa dengan teknik demostrasi pada pelajaran IPA dan media gambar pada pelajaran IPS.
- Keaktifan siswa dapat ditingkatkan dengan menggunakan memotivasi dan memberikan penguatan yang baik terhadap siswa.
- Bimbingan dan arahan yang tepat dari guru, dapat membantu siswa melaksanakan LKS dengan baik.
- Pemberian motivasi kepada siswa dapat membantu meningkatkan semangat belajar siswa.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan oleh guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya peningkatan aktivitas siswa dalam pembelajaran IPA dan IPS adalah :
a. Perlunya guru menggunakan teknik pembelajaran yang variatif. Hal ini dilakukan untuk terciptanya proses belajar mengajar yang aktif, kretif, efektif dan menyenangkan.
b. Guru harus inovatif dalam pengadaan alat peraga yang ada dan dekat dengan lingkungan siswa yang dapat menimbulkan motivasi belajar siswa sehingga pembelajaran yang dikelola guru menjadi lebih bermakna.
c. Guru dituntut untuk selalu belajar agar dapat meningkatkan kemampuan dan wawasannya dalam melaksanakan pembelajaran.
d. Bagi guru/peneliti yang lain untuk melanjutkan PTK yang relevan dengan materi ini, maka dapat dijadikan bahan perbandingan hasil penelitian ini.
DAFTAR PUSTAKA
Andayani, dkk.(2009) Pemantapan Kemampuan Profesional, Jakarta : Universitas Terbuka
Badan Standar Nasional Pendidikan, (2006), Standar isi,Standar kompetensi, dan Kompetensi Dasar Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Sekolah Dasar, Jakarta: Depdiknas
Metodik Khusus pengajaran IPA SD (1992), Jakarta : Depdikbud
Ratnasih, M.(2006) Tangkas Berbahasa Indonesia, Bandung : PT.Remaja Rosdakarya
Suhartanti , Dwi, dkk.(2008) Materi dan pembelajaran Bahasa Indonesia, Jakarta : Universitas terbuka
Santosa,dkk.(2008) Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia, Jakarta : Universitas Terbuka
Sadiman.S.Arief (2002 ) Media Pendidikan, Jakarta : Raja Grafindo Persada
Sukadi ( 2006 ). Guru Fowerfull Guru Masa Depan Kunci Sukses Menjadi Guru Efektif, Bandung : Qolbu
Wardani,I.G.K (2007) Penelitian Tindakan Kelas , Jakarta : Universitas Terbuka